Kondisi Sosial Budaya Saat Pandemi Covid-19 Meninjau dari Pemikiran Antoni Gramsci
Antonio Gramsci merupakan salah satu tokoh yang berpengaruh
dalam marxisme. Dia adalah pemikir Marxis yang mendapat pengaruh dari Lenin.
Gramsci lahir disebuah kota kecil di Sardenia, Italia, pada 22 Januari 1891. Ia
adalah anak ke emapat dari tujuh bersaudara. Gramsci bukan sekedar tokoh yang
hanya bergulat dengan ide-ide intelektual. Dia juga terlibat aktif dalam politik.teori Gramsci tentang Hegemoni menjadi satu batu loncatan untuk memahami bagaimana sebuah kekuatan dunia dikonsolidasikan. Inilah yang menjadi concern utama dari Muhadi Sugiono, ketika mendiskusikan analisis Gramsci secara teoretik. Teori Gramsci berada di bawah satu tema tunggal ‘hegemoni’ (h. 19). Gramsci mendefinisikan ‘hegemoni’ sebagai ‘kepemimpinan moral dan intelektual secara konsensual’ yang mengimplikasikan adanya kepatuhan secara sadar atas kekuasaan seseorang (h. 31). Dalam perspektif ini, kekuasaan dibangun bukan melalui koersi, kekerasan, dan paksaan, melainkan melalui konsensus atau kontrol (h. 35).
Bagaimana hegemoni tersebut diciptakan? Proses penciptaan hegemoni memerlukan apa yang disebut sebagai ‘blok historis,’ atau ‘hubungan resiprokal antara wilayah aktivitas etik, politik, maupun ideologis dengan wilayah ekonomi.’ Blok historis adalah aliansi dari berbagai kekuatan sosial yang disatukan secara politis dalam satu perangkat ide-ide hegemonik’ (h. 42). Hegemoni itu sendiri diciptakan melalui praktek penundukkan dan persetujuan. Sementara menundukkan dan memenangkan persetujuan kelompok lain, sebuah kelompok harus mampu menciptakan ‘blok historis’ guna memperjuangkan ide-idenya menjadi sebuah pandangan dunia yang universal.
Oleh sebab itu, ‘ide’ memainkan peran penting (h. 39). Agar sebuah kelompok bisa menundukkan dan memenangkan persetujuan dari kelompok lain, maka ia mesti melakukan ‘importasi’ ide. Karenanya, bagi Gramsci, sebuah ide hanya akan menemukan momentum transformatifnya jika ia menjadi ideologi. Menurut Gramsci, sebuah ide tidak lahir secara spontan, ia pasti ‘memiliki pusat informasi, iradiasi, persebaran, persuasi… yang mengembangkan dan menghadirkan keduanya dalam realitas politik mutakhir’ (h. 40). Artinya, untuk menciptakan dan memproduksi hegemoni, sebuah kelompok membutuhkan ideologi dimana ideologi tersebut mesti memiliki basis material, didorong oleh seorang ‘intelektual,’ dan kemudian menjadi pandangan universal. Hanya dengan kondisi itulah maka penundukkan dan persetujuan menjadi mungkin dilakukan.
Konsekuensi logisnya, untuk menciptakan hegemoni diperlukan seorang ‘intelektual organik’ yang mampu menggerakkan blok historis dengan ide-idenya. Menurut Gramsci, setiap orang adalah intelektual, tetapi tidak semua orang memiliki fungsi intelektual (di masyarakat). Setiap kekuatan sosial yang hegemonik, ditopang oleh intelektual yang memproduksi pengetahuan dan memberi legitimasi pada tatanan yang dibangun oleh kekuatan sosial tersebut (h. 44). Peran sentral intelektual inilah yang kemudian membawa kekuatan tersebut menjadi kekuatan yang hegemonik.
Namun, tentu saja, pada dasarnya, ada kekuatan-kekuatan lain yang saling berkontestasi dan berupaya untuk menjadi hegemon. Oleh sebab itulah, Gramsci melihat bahwa status hegemonik sebuah kekuatan sosial akan sangat ditentukan oleh kemampuannya memenangkan ‘perang posisi,’ yaitu ‘proses transformasi kultural yang menghancurkan posisi hegemonik tertentu’(h. 46). Untuk menghancurkan hegemoni, maka perlu diciptakan kondisi-kondisi yang memungkinkan krisis hegemonik itu terjadi sehingga membuka jalan bagi adanya perubahan sosial.
Kondisi sosial dan budaya masyarakat
indonesia saat ini mengalami perubahan, bukan tanpa alasan, perubahan ini
tercipta karena adanya virus Covid-19 yang membuat sebagian tatanan masyarakat
berubah drastis. Orang yang biasanya sibuk sekarang harus lebih sibuk lagi,
karena kurangnya analisis suatu kebijakan yang dibuat pemerintah terutamanya di
kota Makassar, yang saat ini harus o malu karena gagalnya PSBB yang
telah diberlakukan selama 14 hari. Hanya sebagian orang yang mematuhi aturan
yaitu sekolompok elite yang memiliki banayak harta bahkan hingga corona ini
berakhir. Kebudayaan masyarakat saat ini sangatlah patriarki. Perempuan menjadi objek
hegemoni kebudayaan masyarakat. Dimana dalam konteks masyarakat yang tercipta saat ini adalah wanita menjadi pekerja yang aktif dan
peran wanita dalam mengambil andil laki-laki sangat menonjol. Hal tersebut
dikarenakan banyaknya kepala rumah tangga yang harus kehilangan pekerjaannya
sehingga wanita harus mengambil ahil tugas sang suami untuk mencari nafkah,
contoh kasus yang saya dapati yaitu tetangga saya sendiri, suaminya yang
biasanya bekerja menjadi karyawan di salah satu toko di jalan layya pasar
sentral, harus berhenti bekerja karena kebijakan pemerintah yang menutup
seluruh pasar yang dibawah naungan PD pasar kota Makassar.
Sehingga, untuk terus bertahan hidup di saat sekarang
istrinya akhirnya menjual makanan dan kue. Karena pasangan suami ini masih
tinggal di kontrakan dan mereka memiliki 2 orang anak yang masih kecil. Inilah
salah satu imbas dari kebijakan pemerintah yang kurangnya analisis. Pemerintah
Makassar awalnya sangat menabjukkan karena meng klaim dapat melakukan persiapan
PSBB hanya dalam kurang lebih seminggu,
mereka sibuk mensosialisasikan apa saja aturan yang harus di taati saat masa
PSBB dan seperti apa itu PSBB. Tapi mereka lupa jikalau PSBB berlangsung tanpa
persiapan yang matang maka, seperti saat inilah yang akan terjadi, seseorang
pernah berkata kepadaku “Hanya orang bodoh yang akan tetap tinggaldi rumah saat
perutnya memerlukan makanan” tentunya dia mengatakan hal tersebut karena
kurangnya perhatian pemerintah. Uang 600 ribu dan sembako yang pemerintah
janjikan sepertinya belum ada ciri-ciri kedatangannya. Pemerintah kota makassar
sibuk membagikan sembako saat PSBB berlangsung, sehingga banyak keluarga yang
sudah kehabisan uang dan makanan namun sembako tersebut belum sampai, yang
mengakibatkan mereka harus tetap keluar rumah untuk melanjutkan hidup. Maka
dari hal tersebut PSBB di kota makssar dinyatakan gagal,Malu pun semakin
bertambah saat PSBB kabupaten gowa di berlakukan, karena Kabupaten Gowa sebelum
melakukan PSBB telah memberikan bantuan sehingga masyarakat Gowa kurang yang
mengalami kelaparan.
Kebiasaan inilah yang membuat kebudayaan masyarakat yang
menjadi patriarki, terutama untuk karyawan toko yang biasanya bekerja keras
untuk keluarganya. Sekarang banyak wanita yang beralih profesi menjadi pedagang
makanan. Tidak ada yang tahu kapan pandemi akan berakhir, namun sepucuk harapan
telah tiba yaitu telah diresmikannya obat untuk virus Covid-19 ini yang di beri
nama REMDESIVIR yang telah melewati beberapa ujian. Terkhusus untuk pemerintah
kota Makassar yang di isukan akan memperpanjang masa PSBB harusnya sebelum dilakukan perpanjangan,
memberikan sembako terlebih dahulu kepada masyarakat yang sangat membutuhkan.
Agar aturan ini bisa berjalan dengan aman serta penyebaran virus ini segera
berhenti agar kita dapat beraktivitas normal seperti biasanya. Dan untuk
seluruh masyarakat tentunya dapat mengambil banyak pelajaran dan hikmah dari
pandemi vovid-19 ini. Seperti kebiasaan menjaga kebersihan, contohnya cuci
tangan dan memakai masker serta tidak bersentuhan agar dapat terus dijalankan.
Karena ini merupakan hal positif, dan ini sangat berguna agar kita tetap dalam
kondisi sehat. Semoga kita tetap dalam lindungan pencipta.
Referensi
Sugiono, M (1999).kritik antonio gramci terhadap pembangunan dunia ketiga. Pustaka pelajar. Yogyakarta.
Santoso, L. Dkk. (2003) Epistimologi kiri. Ar-ruzz media. Yogyakarta
Endah siswati. (2017). Anatomi teori hegomoni gramsci. Endah siswati.Jurnal translitera edisi 5. Diakses pada tanggal 7 mei 2020.
Komentar
Posting Komentar